Menulis?


Mengungsi


Hari menyakitkan ternyata sudah lewat hampir 2 tahun, peringatan kemerdekaanmu yang sebentar lagi tiba, akan selalu menjadi peringatan keperihanku.

Perih. Sakit.

Gapapaa. Brengsek memang, tapi hari terus berganti dan hati tetap harus pulih.

Masih menjadi perandaian jika tidak pernah bertemu.

Akan seperti apa diriku sekarang?

Ngomong-ngomong diriku sekarang, dunia telah banyak mengubah anak dungu ini menjadi pribadi yang luar nurul hihi. Banyak pengalaman tak terduga yang sudah dilalui.

Sungguh jika aku boleh bertanya, akan jadi apa aku? Begitu pula dengan kita?

Membayangkan "kita" kedepannya, di saat umur sudah 4 tahun, ternyata masih tampak kelabu.

Ragu.

Apakah aku cukup untukmu?

Apakah kamu baik untukku?

Untuk orang tua kita?

Untuk saudara kita?

Untuk dua belah keluarga?

Aku masih ingin menulis, tapi menyadari menulis tanpa dibaca olehmu membuatku malu, karena tepatnya sampai saat ini, tulisanku masih tentang kamu.

Susah-susah aku menulis, tapi ternyata membaca bukanlah kesukaanmu.

Benarkah tanpamu aku bisa?

Benarkah kalimat "kalo jodoh alhamdulillah, kalo ga jodoh yaudah" adalah kalimat yang bisa aku jalani semudah mengatakannya?


Mojosongo, Surakarta.

06 Desember 2023.

IF.



0 komentar:

Posting Komentar