Berawal dari dia yang menyampaikan kecemasannya, malah berujung jadi saya yang lebih kalang kabut.
Awal bulan Juli ini disambut dengan hujan di tengah hari. Lumayan deras kalau di daerah rumah saya. Begitu juga di pelupuk mata saya.
Kecemasan kami siang ini berujung sedikit perselisihan. Saya yang dalam waktu dekat ini harusnya mengambil posisi penenang, malah jadi yang paling tidak tenang.
Ketambahan sama beberapa hal yang memang lagi saya pikirkan dan cemaskan, membuat saya makin tidak karuan. Hingga akhirnya membuat saya menyampaikan padanya dengan lumayan tidak karuan juga.
Wajar sekali kalau dia salah tangkap, dikira saya meragukannya.
Wallahi, saya tidak meragukan keseriusannya kepada saya.
Namun saya justru takut dengan takdir yang tertulis tentang kami.
Berbagai kalimat berawalan bagaimana jika... memenuhi kepala saya. Walau semalam saya berusaha mengatakan dengan yakin kalimat "Yang penting kita berusaha dan berdoa, Insyaallah usaha tidak akan menghianati hasil" namun hal itu nyatanya justru tidak berpengaruh banyak dalam meyakinkan diri saya sendiri. Lucu.
Aneh rasanya ketika menyadari, saya malah meragukan Tuhan saya sendiri.(Astaghfirullahaladzim)
Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Allah, hamba kembalikan lagi segalanya pada-Mu. Kepada Engkau yang Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hamba.
Rabu, 01 Juli 2020.
Metro, Lampung.
12:24.
IF.
0 komentar:
Posting Komentar