Akan selalu ada wanita yang lebih cantik dari kamu.Dan kamu hanya perlu menemukan pria yang tak peduli akan hal itu.(.)Jumat, 22 November 2019.Metro, Lampung.Kandang.15:40.IF.
~Hai~
Yaap.
Ini dia.
Memang, memang.
Kalau di ibaratkan mungkin cuma ada 1 dari 1000.
Cuma kamu gak bolah tutup mata, walau 1 tapi berarti tetap ada, kan?
Kalau dijabarkan, logisnya tiap orang pasti punya kriteria berbeda. Ada yang mengutamakan si kulit putih, ada yang mengutamakan si glowing, ada yang mengutamakan si hitam manis, ada yang mengutamakan si baik hati, ada yang yang mengutamakan si dermawan dan lainnya.
Itu masih yang utama. Belum lagi kriteria-kriteria kesukaan lain yang nanti akhirnya dikombinasi. Pasti bentuk keinginannya jadi ga mungkin samaan dengan orang lain.
Nah, jadi kamu hanya perlu menemukan orang yang kombinasi kriterianya lengkap tercetak sempurna pada dirimu dan begitu pun sebaliknya.
Namanya untuk menemukan ya harus mencari. Ketika mencari ya kita harus bersabar. Kalau udah gak sabar, terus mau coba-coba dulu, ya boleh, hitung-hitung nambah pengalaman katanya. Kan, semua punya hak atas diri masing-masing. Tapi kalau memang mau coba-coba, ya harus siap berjabat dengan kemungkinan terburuk berjudul sakit hati.
Yang katanya sakit hati bisa mendewasakan diri. Yaah terserah, lah. Semua berhak berpendapat.
Cuma, kalau bisa gak sakit, kenapa harus milih sakit sih?
Itu juga hal yang saya pertanyakan pada diri saya di beberapa waktu yang lampau.
—ketika saya habis sakit hati ceritanya—
Hehe.
Hingga akhirnya, saya sadar untuk apa saya harus iseng-iseng berhadiah untuk masalah hati.
Kasian hati saya tauk.
Kebanyakan bekas luka.
Masa, nanti ketika saya sudah dipertemukan dengan pemberhentian terakhir, saya menyodorkan hati saya yang kondisinya sudah mengenaskan? Malu dong.
Jadi, pada saat itu saya berfikir untuk menyudahi aksi iseng-iseng berhadiah, dan fokus memulihkan luka maupun bekasnya pada hati saya. Dengan harapan ketika saya sudah bertemu pemberhentian terakhir, saya bisa memberikan yang saya punya dalam keadaan terbaik.
Ditengah-tengah masa pengobatan berjalan. Tuhan tuliskan untuk saya menghadir kondangan, yang tak disangka jadi menghantarkan saya ke pemberhentian terakhir (Aamiin paling serius).
Awalnya gak sadar gitu.
Lama-lama kok beda. Lama-lama kok kebawa mimpi. Lama-lama kok jadi bertanya-tanya pada Tuhan. Lama-lama.... gapapa kok, lebih bagus malah kalo bisa selama lama lama lama lama lamanya.
—tak terhingga pokoknya—
Jadi yaa gitu, makin lama, makin dalam tau, makin cepat rasa terajut.
Kali ini gak ada unsur isengnya gaes, benar-benar menemui banyak pertimbangan dan diskusi antar diri dulu, hingga akhirnya memutuskan untuk YA! —dengan mantap—
Daaan Wala.
Sekarang aku disini, dengan dia. Duduk berhadap-hadapan di suatu tempat makan. Sambil mengobrol serta mentertawai hal-hal ajaib dan menakjubkan bersama.
Dengan dia yang kriterianya terwujud dalam bentuk saya dan kriteria saya terwujud dalam bentuk dia.
Mantap kakk 👍👍
BalasHapusTencuuu^^
Hapus